Bermalam di Bukit Kosakora

Berawal dari kebosanan kami para anak muda yang setiap harinya mengurusi anak-anak. Saya dan beberapa teman di SD tempat saya pengabdian berencana melakukan refreshing. Kami berencana  menyusuri pantai di Gunungkidul, dan bermalam  disana.

Persiapan

http://travelrhia.blogspot.com

Berbagai persiapan mulai kita persiapkan. Mulai dari perlengkapan pribadi, tikar untuk bersantai-santai di pinggir pantai, tenda / dome untuk menginap, perlatan masak dan dan bahan-bahanya, walau cuma mie instan, beberapa cemilan dan air mineral, dan yang paling penting tentunya adalah kamera. Agar bisa berselfie ria, sebagai persediaan stock foto profil medsos haha.

Setelah semuanya dipersiapkan, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu restu dari orangtua. Karena ketika kita melakukan sesuatu tanpa restu dari orangtua, bisa terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan di tengah perjanan nantinya.

Perjalanan

www.gilamotor.com

Setelah mendapat izin dari orangtua masing-masing, kami berangkat berempat mengendarai 2 motor. Perjalanan dimulai dari rumah pagi hari, kami melewati rute dari Boyolali – Cawas – Semin – Karangmojo –Wonosari sampai akhirnya tiba di Baron.

Perjalanan juga mulus tanpa ada hambatan, kecuali setelah masuk daerah baron sudah mulai terlihat beberapa mobil dan bis wisata yang berjejer memasuki kawasan wisata. Bukan masalah yang berarti bagi kami, yang menaiki sepeda motor. Perjalanan ini menghabiskan waktu sekitar 2 jam.

Ditengah perjalan ada satu yang menarik perhatian kami. Di jalan wonosari-baron, kami menemui beberapa penjual yang menjajakan makanan yang asing bagi kami, “walang goreng”. Hewan kecil yang biasa kita temui di kebun atau sawah ini di goreng kemudian dijual. Masih gak kebayang gimana rasanya.

Susun rencana

Tujuan kami pertama kali adalah pantai baron. Kami beristirahat sejenak, mehilangkan penat setalah perjalanan. Kami berdiskusi mengenai apa saja yang akan kita lakukan sampai esok hari.

Awalnya kami mau menginap di tepi pantai. Bingung juga menentukan pantai mana yang nyaman untuk menginap. Setelah bertanya sana-situ, kami mendapatkan info, kalau ada spot menarik di daerah tersebut untuk nge-camp.

Bukit kosakora namanya. Setelah mengecek berbagai keindahanya di google kami memutusakan untuk menginap di puncak bukit kosakora. Target kami sore sudah sampai di puncak, agar bisa dapet tempat diatas, karena disana tempatnya juga terbatas.

Kami beristirahat di pantai Baron sampai menjelang siang. Setelah makan siang dengan bekal yang kita bawa dari rumah.  Biar hemat sih… . Kami melanjutkan untuk memulai kegiatan kita yang pertama kali. Yaitu susur pantai

Susur pantai

Kalau biasanya, kegiatan menyusuri pantai harus dengan berjalan kaki. Namun berbeda dengan kami. Kami memilih mengendarai motor, berpindah antara satu pantai ke pantai lain. Berikut adalah beberapa pantai yang saya kunjungi waktu itu.

Pantai Kukup

kansastrans.com

Berangkat dari pantai baron, kami bernagkat menuju arah timu. Pantai yang kita kunjungi pertama kali adalah pantai Kukup.

Yang menjadi ciri khas dari pantai ini adalah adanya pulau karang  yang berada di timur pantai. Walaupun  ada akses jalan menuju pulau tersebut, kami mengurungkna niat untuk pergi kesana.karena waktu yang kita punya memang sedikit.

Bibir pantai krakal ini tidak seutuhnya pasir, justru lebih banyak karangnya. Kamihanya sekdar bermain bola dipantaiu ini, dan tak lupa jepret sana-sini sebagai oleh-oleh.

Pantai Sepanjang

sewamotordijogja.com

Setelah puas ambil foto di pantai kukup, kami melanjutkan perjalanan ke pantai sepanjang.

Sebuah nama menyimpan sebuah makna. Diberi nama “Sepanjang” karena pantai ini memiliki garis pantai terpanjang diantara semua pantai yang ada di Gunungkidul. Tepi pantai ini juga berstruktur pasir dang karang.

Karang akan semakin terlihat ketika air surut. Kondisi ini dimanfaakan penduduk stempat untuk mencari rumuput laut atau kerang-kerangan. Dan kebetulan kami sampai di pantai sepanjang ketika sore hari dan pantai sedang surut.

Kami memanfaatkan moment itu untuk mencari berbagai macam jenis hewan-hewan laut yang belum pernah kita temui sebelumnya. Kami juga mengumpulkan rumput laut. Kata penduduk setempat, rumput laut inji bisa dimasak dibikin sayur atau campuran mie.

Setelah mendapatkan rumput laut yang kami kiracukup, kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya.

Pantai Drini dan Puncak Kosakora

http://www.belonomi.com

Kami menuju pantai drini pada sore hari. Di pantai ini juga ada pulau karang seperti di Pantai Kukup. Dan kami juga tidak berniat menuju kesana karena sudah menjelang malam. kami hanya mengisi air tawar dan membeli beberapa cemilan untuk kebutuhan nanti malam di puncak kosakora.

Motor kami tinggal di parkiran Pantai Drini. Kemudian kami memulai perjalanan ke bukit kosakora dengan berjalan kaki. Perjalanan ini kami tempuh sekitar 15 menit. Jalan yang dilewati adalah jalan setapak. Melewati ladang-ladang penduduk, kemudian ada juga Pantai Ngrumput yang masih tergolong bersih, sebelum akhirnya naik ke puncak kosakora.

Untuk naik ke puncak kosakora, medan yang dilewati tidaklah sulit bagi yang sering mendaki gunung. Tinggi bukit ini hanya sekitar 50 meter. Jadi tidak cukup melelahkan ketika ingin naik sampai puncak. Jalanya masih berbatu-batu dengan adanya pagar kayu untuk pegangan.

http://www.iqbalkautsar.com

Kami sampai Puncak Kosakora sekitar 30 menit menjelang matahari terbenam. Sembari mendirikan tenda di tanah lapang yang tergolong cukup luas, kami menyempatkan untuk mengambil beberapa foto sunset di Puncak Kosakora.

Sunset kali ini cukup istimewa, karena diambil dari tempat ketinggian dengan background pantai yang berjejer indah dibelakang bukit.

Rumput Laut

www.khasiat.co.id

Menu yang ingin kita masak memang yang simple dan mudah, kami hanya membawa mie instan dari rumah. Berhubung di pantai sepanjang kami mengumpulkan rumput laut, maka malam itu kami masak mie instan bernuansa laut, mie rumput laut.

Rumput laut itu hancur dan menyatu dengan mie, sehingga rasanya hilang. Kami simpulkan kalau rumput laut yang dimasak terlalu sedikit.

Karena kejadian semalam tidak mau terulang, pagi harinya kami memasak dengan menu yang sama. Porsi mie setara rumput laut. Ketika mie sudah matang, bau aneh tercium. Firasat kami sudah tidak enak.

Ternyata benar, kali ini justru sebaliknya, rasa dari mie sudah hilang. Bahkan bumbu dari mie juga sudah menguap. Begitu juga dengan selera makan kami yang juga ikut hilang. Dan akhirnya, pagi itu kami harus merelakan sarapan kami. Mie yang sudah kita masak kita buang begitu saja.

Kalau ada yang pernah masak rumput laut dan berhasil, bisa share di kolom komentar. Biar rame.

Upacara diatas Air

amp.tirto.id

Setelah gagal sarapan, kami ingin melanjutkan susur pantai selanjutnya. Karena ingin menghabiskan sisa perjalan ini dengan basah-basahan di pantai, kami kembali ke Pantai Baron. Karena hanya di pantai baron lah yang tepi pantainya tidak ada karangnya.

Begitu sampai di pantai baron, ternyata sudah ramai pengunjung. Tapi ada yang aneh. Para pengunjung tidak bermain air.

Ternyata disana sedang dilaksanakan upacara 17 agustus. Tapi uniknya upacara ini dilaksanakan diatas air. Yang melakukan upacara hanya petugas pantai, tim sar, beserta jajaranya. Kami sebagai pengunjung hanya menonton dari jauh.

Karena upacaranya juga lumayan lama, kami akhirnya hanya bisa bermain di sungai tawar sebelah pantai baron.

Pulang

Karena sudah menjelang siang, kami menyudahi kegiatan kami. Setelah bersih-bersih, kami pun pulang. Kembali ke rumah. Kembali menjalani rutinitas seperti biasa.

Mungkin itu yang dapat saya ceritakan tentang pengalaman saya.

Sekian dulu, wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *