Mewaspadai Besarnya Fitnah Akhir Zaman

Fitnah akhir zaman-Sekarang ini, kita hidup di zaman yang serba kacau dari segala sisi. Baik itu sisi agama, ekonomi maupun sosial. Kekacauan ini sudah dijelaskan oleh Nabi Muhammad 14 abad silam.

Dalam sebuah hadits di sebutkan bahwa akan datang suatu masa dimana kaum muslimin akan diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makananya.

Para sahabat pun heran dan bertanya “Wahai Rasulullah, apakah jumlah kaum muslimin saat itu sedikit?” nabi menjawab bahwa jumlah kaum muslimin saat itu justru lebih banyak, tetapi seperti buih di lautan yang mengapung tanpa arah.

Dari situlah kemudian Allah mencabut rasa gentar dari dada musuh-musuh islam dan menanamkan di dalam hati manusia penyakit wahn atau cinta dunia dan takut mati.

Yang dikabarkan rasulullah tersebut memang sudah terjadi saat ini. Ini menjadi bukti bahwa kita memasuki zaman yang penuh fitnah.

Makna fitnah

fitnah akhir zaman
niisya.wordpress.com

Kata fitnah memang sudah tidak asing di telinga kita. Namun sebagiann dari kita belum memahami secara betul tentang arti kata fitnah. Sebab, ketika mendengar kata fitnah, yang disimpulkan adalah tuduhan atau perkataan bohong tanpa adanya kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang lain seperti menodai nama biak, atau mengotori kehormatan orang.

Kemudian dari situ muncul ketika ada orang yang mengatakan kebehongan sebagaimana diatas, maka akan menyanggah dengan dalil bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

Perlu diketahui, bahwa makna fitnah secara bahasa indonesia dan dalam pandangan islam itu sangat berbeda. Jadi salah jika memadukan dalil fitnah lebih kejam daripada pembunuhan dengan fitnah secara bahasa indonesia.

Kata fitnah berasal dari bahasa arab. Para pakar dalam bahasa arab menjelaskan bahwa dalam kata fitnah terdapat makna ujian (الامْتِحَانُ)  dan upaya untuk menyingkap sesuatu (الاِخْتِبَارُ) . Dari situlah kemudian dapat disimpulkan bahwa kata fitnah pada asalnya digunakan untuk pengujkian keaslian emas atau membedakan anatar emas yang asli dan emas yang palsu.

Ibnul A’arabi kemudian meringkas makna-makna fitnah secara bahasa sebagaimana berikut :

“الفتنة الاختبار، والفتنة المحنة، والفتنة : المال، والفتنة الأولاد، والفتنة الكفر، والفتنة اختلاف الناس بالآراء والفتنة الإحراق بالنار” . (لسان العرب لابن منظور).

“Fitnah itu bermakna ujian, fitnah bermakna cobaan, fitnah bermakna harta, fitnah bermakna anak-anak, fitnah bermakna kekafiran, fitnah bermakna perselisihan pendapat diantara manusia,  fitnah bermakna pembakaran dengan api” (Lisanul Arab, Ibnu Manzhur).

Fitnah akhir zaman

fitnah akhir zaman
www.morganmclintic.com

Pembagian fitnah pun beragam, ada fitnah syubhat, kemudian fitnah syahwat dan lainya. Pembahasan yang akan saya perjelas disini adalah sebuah fitnah yang dimana kita sudah memasukinya. Yaitu fitnah akhir zaman.

Sebagaimana sebuah hadits yang saya sebutkan diatas tadi, disistu dijelaskan bahwa akan ada masa dimana umat islam akan ditimpa penyakit wahn. Kalau kita ingin bermain cocokologi, maka kita dapat simpulkan bahwa masa yang disebutkan itu adalah masa yang sekarang kita alami.

Ada sebuah hadits yang menjelaskan tentang fase kehidupan umat islam. Bunyinya sebagaimana berikut.

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada.  Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada.  Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada.  Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar).

Dari hadits tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa fase umat islam itu ada lima periode :

  • Fase yang pertama adalah fase kenabian.

Ini adalah awal mula terbentuknya kaum muslimin. Saat itu kaum muslimin dipimpiun langsung oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Manusia yang dijuluki oleh michael H heart sebagaiu ornag yang paling berpengaruh di dunia. Pada masa ini umat islam langsung dipandu oleh rasulullah dalam melewati masa-masa sulit di mekkah hingga berjaya di madinah.

  • Fase yang kedua adalah fase kehilafahan khulafaur rasyidin

Sepeninggal Rasulullah, kaum muslimin dipimpin oleh sahabat–sahabat nabi yang terpilih. Para ulama dan ahli sejarah sepakat bahwa masa ini adalah masa yang dipimpin oleh sahabat Abu Bakar, Umar, Ali, dan Usman. Meski ada beberapa yang mengatakan bahwa masa khulafaur rasyidin terjadi sampai masa Umar biun abdul aziz. Periode pertama dan kedua inilah yang menjadi rujukan atau referensi umat islam.

  • Fase yang ketiga adalah fase raja yang mengigit

Disebut dengan “raja yang mengigit” adalah karena masih mengigit sistem alquran dan Sunnah rasul. Akat tetapi hampir-hampir lepas. Sistem pemerintahannya berubah menjadi sistem kerajaan. Jadi pemilihan pemimpin bukan berdasarkan hasil ijtima’ melainkan diwariskan dari keluarga kerajaan.Fase ini silih berganti dengan sebutan yang berbeda-beda. Dimulai dari Dinasti Umayyah kemudia Dinasti Abbasiyah dan terakhir Dinasti Turki Utsmani.

Pada fase ini umat islam masih berjaya meski tidak sehebat sebelumnya. Hingga akhirnya khilafah pun hilang dari muka bumi pada tahun 1924.

  • Fase yang keempat adalah fase diktator.

Setelah khalifah tumbang, umat islam bergerak seperti tanpa pemimpin. Jumlah umat islam begitu banyak, namun seperti individualis yang tak mau bersatu. Umat islam menjadi bahan rebutan bagi orang-orang kafir. Tertindas dan tak punya kekuatan.

  • Fase yang terakhir adalah fase khilafah yang datang kembali

Setelah terombang-ambing sana-sini sistem khilafah akan kembali lagi dan menguatkan kaum muslimin dari segala sisi. Umat islam akan berjaya hingga sebelum akhirnya hari kiamat akan terjadi.

Jika dilihat dari empat fase tersebut, saat ini kita memasuki fase keempat, dimana umat islam sedang dalam kondisi yang memprihatinkan. Berbagai fitnah dan kekacauan sering terjadi yang akhirnya merugikan umat islam sendiri.

Sekarang ini umat islam sedang diuji oleh allah di berbagai sisi. Jika iman tidak kuat menghadapi berbagai fitanh tersebut, iman pun bisa tergadaikan. Tak sedikit kita dengar ada ornag yang rela keluar dari agama islam hanya karena masalah sepele.

Mengahdapi fitnah akhir zaman memang harus benar-benar butuh usaha dan pengorbanan. Saking beratnya, nabi mengibaratkan seperti menggenggam bara api.

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, dimana orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.”

Ketika islam sudah kembali jaya, maka hari kiamat pun juga tak akan berlangsung lama. Tanda-tanda hari kiamat akan muncul satu persatu hingga akhirnya hari berakhirnya kehidupan itu akan mengakhiri masa kehidupan manusia di dunia.

Demikianlah pemaparan saya mengenai betapa dahsyatnya fitnah akhir zaman, semoga bermanfaat bagi saya pribadi dan pembaca sekalian.

Wassalamualaikum warohmatulloh.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *