Macam-macam Puasa Sunnah Beserta Pengertianya

Macam macam puasa sunnah-Puasa merupakan salah satu dari lima rukun islam. Ibadah ini dilaksanakan dengan menahan nafsu, baik nafsu makan maupun nafsu syahwat dari shubuh hingga maghrib.

Ketika sesorang melakukan puasa, maka ia telah memeperbaiki jiwanya, meninggikan derajatnya, dan senantiasa menjadi motivasi untuk melakukan amalan-amalan kebaikan lainya serta menjauhkan dari kemaksiatan.

Puasa juga dapat memperkuat kemauan seseorang, menyembuhkan penyakit serta mendekatkan seorang hamba kepada rabb-Nya. Dengan puasa pula berbagai macam dosa akan diampuni, berbagai kebaikan akan selalu bertambah, dan kedudukan pun akan semakin tinggi.

Ibadah ini sudah dicontohkan oleh Nabi muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Ada yang menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim, dan ada pula yang sunnah, boleh dikerjakan semampunya.

Yang termasuk puasa wajib diantaranya adalah puasa ramadhan, puasa nadzar, Puasa Qadha’, dan Puasa kafarot. Sedangkan untuk puasa sunnah sendiri macamnya ada banyak. Dibawah ini akan saya paparkan beberapa contoh puasa sunnah beserta penjelasanya.

Puasa Ayyamul Bidh

macam macam puasa sunnah
pexels.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan puasa di luar bulan ramadhan. Seminimal-minimalnya yaitu melakukan puasa tiga hari dalam sebulan, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 hijriyah, atau yang biasa disebut ayyamul bidh.

Dinamai ayyamul bidh atau hari putih, karena pada hari tersebut, dimalam harinya bulan terlihat sempurna atau purnama yang menyinarkan sinarnya yang berwarna putih.

Puasa ini dilakukan di semua pertengahan bulan hijriyah kecuali pada tanggal 13 dzulhijjah. Karena pada hari tersebut, masih termasuk dari hari tasyriq. Hari dimana diharamkanya puasa.

Dalil yang menjadi dasar puasa ini adalah sebuah hadits dari abu huroiroh, ia berkata :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya sampai aku mati: yaitu berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”

Dalil yang kedua adalah hadits dari ibnu abbas, beliau berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa di ayyamul bidh baik ketika tidak bepergian maupun ketika bepergian”

Pahala dari puasa ayyamul bidh adalah seperti pahala berpuasa sepanjang tahun sebagiamana hadits nabi yang berbunyi :

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

“Puasa tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun”

Baca lebih lengkap mengenai Puasa Ayyamul Bidh disini

Puasa Senin Kamis

macam macam puasa sunnah
unspalsh.com

Tingkatan kedua bagi sudah biasa melakukan puasa ayyamul bidh adalah melakukan puasa senin kamis. Puasa ini dilakukan setiap hari senin dan kamis.

Puasa sunnah ini adalah puasa yang paling sering dilakukan oleh rasululloh daripada puasa sunnah yang lain. Alasan rasulullah sangat menyukai berpuasa pada hari senin dan kamis adalah karena pada hari tersebut semua amal diperiksa kepada Allah. Dan rosulullah menyukai amal perbuatannya diperiksa sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. Lebih lengkapya mengenai puasa senin kamis bisa dilihat disini.

Dalilnya, rasulullah bersabda :

“تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ.”

“Amal-amal manusia akan diperiksa pada setiap hari senin dan kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan sedang berpuasa.” [HR. At-Tirmidzi dan lainnya]

Puasa Dawud

Jika puasa ayyamul bidh maupun puasa senin kamis masih dirasa kurang, maka ada satu puasa sunnah yang paling utama diantara puasa yang lain, yaitu puasa dawud.

Puasa dawud adalah puasa yang sudah lebih dulu dicontohkan oleh Nabi Dawud, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

“Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa  Nabi Daud, dan shalat yang paling disukai oleh Allah adalah shalatnya Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan berbuka sehari”

Jadi puasa dawud adalah puasa sunnah yang tingkatanya paling tinggi diantara yang lain. Namun alangkah baiknya jika puasa dawud ini dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak merasa terganggu aktivitasnya ketika berpuasa.

Jika ia tetap melaksanakan puasa dawud, namun meninggalkan amalan yang disyariatkan lainya atau menghalanginya dari belajar ilmu agama, maupun bekerja sehari-hari Maka sudah sepantasnya untuk meninggalkan puasa sunnah ini. Dan lebih baik memilih puasa yang lebih ringan yaitu puasa senin kamis atau puasa ayyamul bidh. Wallahu a’lam.

Mengenai tata cara dan hal lainya yang berhubungan dengan Puasa Daud sudah saya jelaskan disini.

Puasa Tasu’a dan Asyura

macam macam puasa sunnah
www.nucare.id

Puasa tasu’a dan asyuro adalah puasa yang bertepatan dengan tanggal 9 dan 10 muharram. Pada awalnya rasulullah hanya melaksanakan puasa pada tanggal 10 muharram. Namun sebagian sahabat menyampaikan bahwa orang-orang yahudi juga mengagungkan hari itu dan berpuasa juga pada hari itu. Maka pada tahun berikutnya, Rasulullah menjalankan puasa pada tanggal 9 muharram juga sebagai pembeda.

Dalil yang medasari puasa sunnah ini adalah sebuah hadits dari Ibnu Abbas RA yang berbunyi :

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

“Aku tidak pernah melihat Nabi SAW bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan , yakni bulan Ramadhan” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Sedangkan keutamaan dari puasa asyuro adalah dihapusnya dosa setahun yang silam. Tentu yang dimaksud dosa disini adalah dosa-dosa kecil dan ketika menjalankan puasa, juga dilakukakan dengan sungguh-sungguh.

Dari Abu Qatadah Al-Anshari RA :

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ؟ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa hari ‘Asyura, maka beliau bersabda: “Puasa ‘Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162).

Puasa Enam Hari di Bulan Syawwal

Setelah menunaikan puasa sebulan penuh selama bulan ramadhan, rasulullah menganjurkan untuk melanjutkan puasa enam hari pada bulan syawwal. Keutamaan dari puasa syawwal ini adalah diberikannya pahala puasa selam setahun penuh, sebgaiamana dalil berikut.

Dari Abu Ayyub Al-Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan berpuasa selama  enam hari di bulan Syawwal, maka seolah-olah dia berpuasa selama setahun penuh.” (HR. Muslim no. 204)

Pengerjaan puasa ini tidak harus dikerjakan pada hari atau tanggal tertentu. Artinya, sesorang boleh melaksanakan puasanya kapan saja selama masih berada di bulan syawwal. Dan boleh juga dilakukan selama berturut-turut maupun terpisah.

Sebagai catatan tambahan, bahwa ketika masih ada hutang dari puasa ramadhan, maka yang dilakukan terlebih dahulu adalah mengganti semua hutang puasa baru kemudian di lanjut dengan puasa syawwal.

Itulah tadi beberapa contoh dari macam-macam puasa sunnah.

Sekian dari saya, Wassalamualaikum warohmatulloh.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *