Macam macam Shalat Sunnah yang Disyariatkan

Macam macam Shalat sunnah-Sholat adalah salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh kaum muslimin. Sholat disebut juga sebagai tiangnya agama. Jika urusan sholat saja diremehkan, maka ibadah-ibadah yang lain juga akan diremehkan. Sholat jugalah yang membedakan antara seorang muslim dan seorang kafir.

Yang menjadi kewajiban adalah lima kali sehari dengan total rokaat berjumlah tujuh belas. Harus dikerjakan bagi seorang muslim dalam segala kondisi, sehat maupun sakit.

Rasulullah juga menganjurkan untuk mengerjakan sholat selain di lima waktu tersebut. Tujuan dianjurkannya agar bisa menutupi kekurangan dari yang wajib tadi. Yang mungkin bisa jadi tertinggal, tidak khusyu’, atau telat mengerjakan.

Sholat itu diberi nama sholat sunnah. Sunnah adalah salah satu hukum dalam islam. Dimana suatu perbuatan atau ibadah tersebut dilakukan maka pelakunya akan mendapatkan pahala dan tidak akan berdosa ketika meninggalkanya. Jadi sholat ini jika dilaksanakan akan mendapatkan pahala, dan jika ditinggalkan tidak akan mendapatkan apa-apa.

Macam macam Shalat Sunnah

Sholat sunnah sendiri banyak macamnya. Berikut ini adalah beberapa contoh dari sholat sunnah :

Shalat Tahiyyatul Masjid

macam macam sholat sunnah
ilustrasi via arrisalah.net

Shalat Tahiyyatul masjid adalah sholat yang dilakukan sebanyak dua rokaat, dan dikerjakan oleh seseorang ketika masuk masjid. Shalat ini disyariatkan pada setiap waktu, ketika seseorang masuk masjid dan ingin duduk didalamnya.

Sholat ini tidak mesti dilakukan oleh seseorang yang masuk masjid hanya karena ingin melaksanakan sholat.

Dalilnya adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh abu qatadah, bahwasanya rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 71)

Sholat Rawatib

macam macam sholat sunnah
ilustrasi via flickr.com

Sholat rowatib adalah sholat yang dikerjakan mengiringi sholat rowatib, baik itu sebelum sholat fardhu maupun setelah sholat fardhu. Jumlah total keseluruhan adalh 12 rokaat dengan rincian sebagai berikut :

  • 2 rokaat sebelum shalat shubuh
  • 4 rokaat sebelum shalat dhuhuh
  • 2 rokaat setelah shalat dhuhur
  • 2 rokaat setelah shalat maghrib
  • 2 rokaat setelah shalat isya

 

Bagi yang rutin menjalanakan sholat rowatib ini, Allah menjanjikan sebuah rumah di surga. Sebagaimana Hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah bersabda :

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 414. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Sholat Dhuha

macam macam sholat sunnah

Sholat dhuha adalah sholat yang dikerjakan di waktu dhuha. Dimulai dari matahari mulai terbit sampai menjelang waktu dhuhur. Dengan dikerjakan minimal dua rokaat. Sholat ini dipercaya sebagian orang sebagai sholat untuk mempermudah rejeki.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai sholat dhuha, anda bisa membacanya disini.

Sholat Tahajjud

macam macam, sholat sunnah
ilustrasi via muhammadiyah.or.id

Sholat tahajjud adalah sholat yang dikerjakan di malam hari. Dilaksanakan dari setelah isya sampai menjelang shubuh. Sholat ini termasuk kategori sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Nabi muhammad sangat menganjurkan untuk melaksanakan sholat tahajjud, terlebih di sepertiga malam terakhir. Karena di sepertiga malam itulah waktu yang mustajab untuk berdoa.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari)

Orang-orang sholeh jaman dahulu senantiasa mengamalkan sholat ini, karena ini merupakan sholat sunnah yang paling utama.

Sholat Istikharah

macam macam sholat sunnah

Bagi seseorang yang dihadapkan dengan berbagai macam pilihan dan ada timbul rasa ragu ketika hendak menentukan keputusan tersebut, ada beberapa cara untuk menetukan pilihan yang akan diambil.

Salah satunya adalah dengan melaksanakan apa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Yaitu melaksanakan Sholat Istikharah. Atau biasa disebut sholat untuk meminta petunjuk dari Allah

Sholat ini berjumlah dua rokaat dan dikerjakan selama ada keputusan yang akan diambil. Kemudian disertai do’a khusus setelah sholat guna meminta petunjuk dari Allah.

Untuk lebih lengkap mengenai pembahasan sholat istikharah, saya sudah menulisnya di artikel lain yang berjudul tata cara sholat istikharah.

Shalat Gerhana

macam macam sholat sunnah
ilustrasi via kabarbaikonline.com

Sholat gerhana adalah sholat yang dilakukan ketika terjadi gerhana. Baik itu gerhana bulan maupun gerhana matahari.

Gerhana matahari biasa disebut kusuf, sedangkan gerhana bulan biasa disebut khusuf. Sholat ini dilakukan ketika sudah mulai terjadi gerhana dengan jumlah dua rokaat. Dengan masing-masing rokaat ada 2 kali berdiri, 2 kali membaca surat alquran, 2 kali ruku’ dan 2 kali sujud.

Sholat ini tidak didahului dengan adzan dan iqomah, dan dikerjakan secara berjamaah. Sholat ini juga disertai khutbah, layaknya khutbah idul fitri dan khutbah idul adha.

Sholat Setelah Wudhu

macam macam sholat sunnah
ilustrasi via thoughtco.com

Contoh sholat sunnah selanjutnya adalah sholat sunnah setelah wudhu. Sholat ini dikerjakan setelah berwudhu, sebagaimana dielaskan dalam hadits sebagai berikut :

مَا مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ يُقْبِل بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ عَلَيْهِمَا إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga.”

Sholat sunnah ini merupakan kebiasaan dari sahabat bilal bin rabbah, sehingga rasulullah mengabarkan bahwa suara telapak sandalnya sudah terdengar di surga.

Shalat Taubat

macam macam sholat sunnah
ilustrasi via yusufmansur.com

Shalat taubat merupakan shalat sunnah yang dikerjakan dalam rangka memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan. Ketika sesorang bertaubat, berati ia berkomitmen bahwa ia tidak akan mengulangi kembali dosa maupun kesalahan yang telah ia lakukan di masa lampau.

Shalat Istisqo’

macam macam sholat sunnah
ilustrasi via sangpencerah.id

Shalat istisqo’ adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Shalat ini biasanya dilakukan ketika musim kemarau yang panjang atau ketika dibutuhkanya hujan untuk kepentingan tertentu.

Sholat ini dilaksanakan sebagaimana sholat ‘ied. Yaitu berjumlah dua rokaat dengan takbir tujuh kali pada rokaat pertama dan takbir lima kali pada rokaat kedua. Kemudian dilanjut dengan khutbah selepas sholat.

Di dalam khutbahnya, khatib menasehati, mengingatkan, dan memperingatkan manusia dari sebab-sebab kemaksiatan dan sebab terjadinya kekeringan. Kemudian mengajak jamaah untuk bertaubat dan beristighfar. Kemudian di akhir khutbah berdoa kepada Allah dengan menangkat tanganya, dan memohon kepada Allah agar didatangkan hujan yang bermanfaat.

Itulah tadi ringkasan singkat mengenai beberapa contoh dari macam-macam sholat sunnah yang bisa saya jelaskan.

Sekian, jika ada salah saya mohon maaf, wallahu a’lam bisshowab.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *