Puasa Daud, Puasa Sunnah Yang Paling Utama

Puasa Daud-Nabi besar kita, Nabi Muhammad sudah banyak mencontohkan berbagai macam puasa selain puasa di Bulan Romadhon, Salah satunya adalah Puasa Daud.

Pengertian

Puasa Daud merupakan salah satu puasa sunnah, yang artinya jika dilakukan akan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak akan mendapatkan apa-apa.

Disebut sebagai puasa dawud adalah karena ini dulunya merupakan amalan keseharian Nabi Dawud. Sepeninggal Nabi Dawud, pelaksanaan Puasa Dawud ini tidak hilang begitu saja, bahkan sampai sekarang puasa yang diajarakan oleh Nabi Dawud ini masih banyak yang menjalankan.

Puasa Dawud dapat diartikan sebagai puasa sunnah yang dikerjakan dengan cara sehari berpuasa dan sehari tidak. Puasa ini merupakan puasa sunnah yang paling afdhal diantara puasa-puasa sunnah lainya.

Pernah suatu ketika ada seorang sahabat yang ingin berpuasa sepanjang hari dan akan melaksanakan sholat sepanjang malam. Namun rasulullah menganjurkan unttuk sholat dan tidur di waktu malam dan berpuasa hanya 3 hari dalam sebulan (ayyamul bidh).

Sahabat tadi berkilah bahwa ia masih bisa puasa setiap harinya, maka rasulullah menganjurkan untuk berpuasa sebagaimana Nabi Dawud, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka. Namun sahabat tadi juga masih berkilah, bahwa ia sanggup puasa setiap hari, hingga akhirnya rasulullah mengatakan bahwa tidak ada puasa yang lebih utama daripada Puasa Dawud.

Niat Puasa Daud

Segala amal ibadah itu tergantung niat. Dan sebenarnya letak niat itu berada di dalam hati, namun sebagian ulama memperbolehkan niat dengan ucapan sebagai pengingat.

Untuk niat Puasa Dawud itu sendiri ketika diucapkan, maka bunyinya :

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“NAWAITU SHAUMA DAAWUDA SUNNATAN LILLAAHI TA’ALAA”

Artinya : “Saya berniat melakukan Puasa Dawud, sunnah karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Puasa Daud

Untuk pelaksanaan Puasa Dawud, yaitu dengan sehari berpuasa dan sehari tidak, jadi selang-seling. Puasa ini memang tergolong berat karena pelaksanaanya harus istiqomah atau terus menerus. Jadi pelaksanaan Puasa Dawud yang benar adalah yang konsisten.

Pelaksanaan Puasa Dawud ini juga tidak boleh menyelisihi puasa wajib. Contoh ketika romadhon, maka rutinitas Puasa Dawudnya juga harus berhenti terlebih dahulu. Ketika memasuki waktu dimana diharamkanya puasa juga harus berhenti terlebih dahulu. Yaitu seperti pada dua hari raya dan hari tasyrik.

Ketika seseorang yang rutin melaksanakan Puasa Dawud kemudian sedang melaksanakan ibadah haji, maka ia juga harus meliburkanya ketika wukuf di arafah, karena tidak berpuasa ketika wukuf di arofah adalah sunnah. Tujuananya agar pelaksanaan ibadah haji bisa maksimal.

Pelaksanaan puasa dawud ini juga ditujukan hanya kepada orang yang mampu saja, dan ketika menjalani puasa ia tidak merasa terganggu aktivitasnya.

Jika ia tetap melaksanakan Puasa Dawud, namun aktivitasnya terganggu, baik itu belajar maupun bekerja, lebih baik ia menggalkan puasa sunnah ini. Dan memilih puasa sunnah yang lebih ringan yaitu puasa senin kamis atau puasa ayyamul bidh.

Ketika Puasa Dawud juga bertepatan dengan puasa sunnah lainnya, bolehkah menggabungkan dua niat?

Karena ini merupakan puasa sunnah, maka sebagian ulama memperbolehkan menggabungkan niat jika pelaksanaannya bersamaan. Contoh jika sedang berpuasa dawud dan juga bertepatan dengan ayyamul bidh, Puasa Asyuro atau Puasa Arofah, maka ia boleh menggabungkan  dua niat sekaligus. Dan ia juga akan mendapatkan dua pahala dari puasa tersebut.

Kan ada larangan untuk berpuasa di hari jumat?

Ketika sesorang sudah rutin menjalankan Puasa Dawud maka ia tetap diperbolehkan untuk puasa di hari jumat, karena yang ia niatkan adalah Puasa Dawud, bukan meniatkan puasa untuk hari jumat.

Keutamaan Puasa Dawud

Dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

“Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari.” (HR. Bukhari)”

Berdasaarkan hadits tersenut, kita dapat simpulkan beberapa keutamaan puasa daud, diantaranya adalah :

  • Merupakan puasa yang paling disukai oleh Allah

Secara teks sudah jelas, bahwa hadits tersebut menjelaskan keutamaan dari puasanya nabi daud. yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka. Puasa dawud lah puasa yang disukai allah. Dan tidak ada puasa sunnah lainya yang lebih baik dari ini.

  • Sebagai bentuk ketaatan tehadap Allah SWT

Ketika menjalankan sesuatu yang disukai oleh Allah maka, otomatis kita juga sedang melaksanakan sebuah ketaatan kepada-Nya. Ibadah puasa pun juga berbeda menurut pandangan Allah dibanding denagn ibadah lainya. Sebagaimana dalam hadits qudsi berikut :

قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى

“Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia adalah untuknya sendiri kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”.” (HR. Bukhari no. 1904)

  • Tidak berlebih-lebihan dalam beribadah

Pelaksanaan pausa dawud bertujuan agar sesorang tidak terlalu berlebihan dalam beribadah atau ghuluw sebagaimana cerita sahabat yang saya sebutkan diatas. Karena ketika sesorang terlalu berlebihan dalam satu ibadah, maka ia akan melalaikan ibadah lainya.

Apalagi ketika sesorang berlebihan kemudian ia mencapai batas klimaks, maka rasa malas yang ditimbulkan juga akan lama. Raslullah sendiri juga lebih menyukai amalan yang nilainya sedikit namun dilaksanakan secara kontinyu.

Baca juga keutamaan berpuasa senin kamis disini

Jika Paling Utama, Kenapa Rasulullah Memilih yang Lain?

Seperti kita ketahui bahwa Keutamaan puasa daud adalah puasa yang paling utama, karena merupakan amalan yang paling dicintai Allah. Namun, panutan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam justru lebih banyak melaksanakan puasa senin kamis. Lalu manakah yang lebih utama dilaksanakan?

Alasan rasulullah lebih memilih puasa senin kamis daripada puasa daud adalah karena beliau khawatir jika apa yang ia kerjakan akan dianggap sesuatu yang wajib dan memberatkan ummatnya.

Di dalam Zadul Ma’ad karya imam ibnul qayyim, disitu dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ingin melaksanakan sebuah amalan, maka beliau mempertimbangkanya dengan matang. Jika amalan tersebut terlalu berat maka belaiu meninggalkanya hanya karena takut nantinya akan memberatkan ummatnya.

Masalah tentang pausa daud ini hampir mirip dengan persoalan sholat malam dan bersiwak. Ibnu hajar Al-Haitami dalam Al Fatawa Al Fiqhiyah  menuliskan bahwa Rasulullah tidak melaksanakan sholat malam setiap harinya meski beliau mampu, itu semua dikarenakan takut akan diikuti ummatnya dan dianggap sebagai sebuah ibadah yang wajib. Begitu juga dengan siwak, beliau tidak mewajibkan bersiwak karena takut akan memberatkan ummatnya.

Itulah tadi gambaran keindahan akhlak seorang yang dijuluki oleh Michael H Hart sebagai manusia yang paling berpengaruh di dunia. Beliau sangat memikirkan ummatnya dan tidak ingin memberatkan ummatnya. Maka tak salah jika kita menjadikan Rasulullah sebagai panutan dan teladan hidup. Sebagaimana firman Allah dalam alquran yang artinya :

”Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At-Taubah : 128)

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai Puasa Daud baik dari pengertian, tata cara dan keutamaanya.

Mungkin itu dulu dari saya, apabila ada kesalahan dalam penulisan saya mohon maaf dan bisa dikoreksi melalui kolom komentar.

Sekian, Wallahu a’lam, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *