Tata Cara Sholat Istikharah Lengkap beserta Hikmahnya!!

Hidup itu diawali dengan kelahiran (B) birth dan selalu diakhiri dengan (D) death. Tapi diantara B dan D itu ada huruf C (choice). Bermacam-macam pilihan akan selalu mewarnai kehidupan kita. Mulai dari memilih jenjang pendidikan, pekerjaan, jodoh, dan lain sebagainya.

Kita yang sebagai manusia tentu tidak bisa memilih semua pilihan-pilihan tersebut. Dalam istilah ekonomi ada istilah opportunity cost. Yaitu ketika kita dihadapkan dengan dua pilihan, kita hanya bisa mengambil satu pilihan dan harus meninggalkan satu pilihan lainya. itu adalah suatu hal yang lumrah dan tidak bisa dihindari. Lalu bagaimana solusinya??

Manusia itu tercipta dengan segala keterbatasan, keterbatasan itu dibuat agar manusia sadar bahwa masih ada Dzat yang harus dijadikan tempat bergantung. Memasrahkan segala sesuatunya kepada Sang Pencipta.

Sebelum nabi diutus, masyarakat jahiliyah memiliki berbagai cara/metode sebelum melaksanakan suatu perbuatan.

Masyarakat Jahiliyah Dalam Menentukan Pilihan

Masyarakat jahiliyah adalah bangsa arab sebelum diutusnya Nabi Muhammad. Mereka memiliki kebiasaan untuk menentukan nasib atau menentukan sebuah pilihan, yaitu :

Mengundi dengan Anak Panah

cara sholat istikharah
www.terasarchery.com

mengundi dengan anak panah biasa disebut azlam atau anak panah yang tidak ada bulunya. anak panah itu terbagi menjadi 3 macam. satu bertulisakan “Iya”, satu lagi bertuliskan “tidak”, dan satu lagi kosong tak bertuliskan.

Seseorang yang ingin membuka usaha, melakukan perjalanan, atau menikah, biasanya mendatangi juru ramal untuk diramal dengan anak panah tadi. Ketika yang keluar anak panah yang bertuliskan “ya” maka mereka akan melaksanakanya. Begitu pula sebaliknya, namun ketika yang keluar adalah anak panah yang tak bertuliskan, mereka akan mengulanginya lagi sampai hasilnya keluar.

Tathoyyur

cara sholat istikharah
pixabay.com

Tathoyyur secara bahasa artinya adalah burung. Kebiasaan orang arab jahiiliyah adalah menerbangkan burung untuk menentukan nasib. biasanya dilakukan ketika akan melakukan perjalanan. Ketika burung itu terbang ke kanan, mereka menganggap sebagai keberuntungan dan melanjutkan perjalanan, sedangkan ketika burung itu terbang ke kiri, mereka menganggap akan bernasib buruk dan mengurungkan niat untuk pergi.

Solusi Ketika Memilih

cara sholat istikhara
pixabay.com

Kita sebagai seorang muslim memiliki seseorang yang harus diteladani, yaitu Nabi kita Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan kaum jahiliyah perlahan demi perlahan mulai dihilangkan oleh beliau.

Ada beberapa cara menentukan sebuah keputusan dalam kehidupan kita, salah satunya adalah sebagaimana yang diajarkan oleh nabi kita, Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam. Beliau mengajarkan kepada kita untuk melaksanakan sholat istikharah.

Ini adalah dalil dianjurkanya untuk melaksanakan sholat istikharah :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى – قَالَ – وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:

“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

Pengertian Sholat Istikharah

Shalat istikharah merupakan salah satu contoh dari berbagai macam sholat sunnah yang sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad shollallau ‘alaihi wasallam.

Shalat istikharah adalah shalat sunnah 2 rokaat yang dikerjakan ketika seseorang hendak memohon petunjuk kepada Allah, untuk menentukan keputusan yang benar ketika dihadapkan kepada beberapa pilihan keputusan. Baik itu untuk menentukan jenjang pendidikan, pekerjaan yang akan dilakukan, menentukan jodoh, dan lain-lain. setelah sholat 2 rokaat kemudian dilanjutkan dengan doa khusus agar diberi jawaban ketika memilih.

Tata Cara Sholat Istikharah

Semua ibadah yang kita kerjakan memiliki dua syarat agar diterima oleh allah subhanalklahu wata’ala. Dua syarat tersebut adalah ikhlas dan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh baginda besar kita, Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.

Disini saya akan menjelaskan tentang tata cara sholat istikharah, mulia dari waktunya, doanya, hingga jawaban dari istikharah tersebut.

Kapan Waktu yang Tepat

cara sholat istikharah
pixabay.com

Sebagaimana dalil di atas, sholat istikharah termasuk sholat sunnah. Jika sholat sunnah seperti Sholat Dhuha dan Sholat Tahajjud memiliki waktu khusus untuk melaksanakanya, Sholat Istikharah ini berbeda. Waktu pengerjaanya bisa dilaksanakan kapan saja.

Bahkan ada yang berpendapat bahwa sholat istikharah boleh dilaksanakan di waktu dilarangnya sholat, yaitu setelah subuh dan setelah ashar dengan syarat sangat mendesak. Namun jika bisa ditunda, lebih baik dilaksanakan diluar waktu itu.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa sholat istikharah lebih baik dilakukan di sepertiga malam terakhir, karena di waktu itulah Allah turun ke bumi sebagaimana hadits yang artinya :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir, (kemudian) Dia berfirman, ‘Barang siapa berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan, dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni.’

Karena Sholat Istikharah ini termasuk sholat sunnah, maka diperbolehkan menggabungkan dengan sholat-sholat sunnah yang lain. Seperti sholat sunnah rowatib, tahiyyatul masjid, atau yang lainya. Tergantung ketika kita dihadapkan dengan berbagai macam pilihan.

Intinya, shalat istikharah bisa dilaksankan kapan saja sesuai kebutuhan. Alangkah baiknya untuk menghindari waktu-waktu terlarang untuk sholat. Akan tetapi jika sangat terpaksa insayaAllah diperbolehkan.

Niat Sholat Istikharah

Sejatinya, tempat niat itu berada di dalam hati. karena niat adalah adalah keinginan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan yang ditujukan hanya kepada Allah. Ketika meniatkan untuk sholat istikharah, maka sebaiknya juga disertai rasa pengharapan dan  dan menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah saja.

Namun apabila harus mengucapkan niat agar membantu mengingatkan hati sehingga membuat seseorang lebih khusyu’ dalam melaksanakan shalat, maka bunyi niat tersebut adalah :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

USSHOLLI SUNNATAN ISTIKHOROTI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALA

Saya berniat sholat sunnat istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala

Bacaan yang Dibaca Ketika Sholat

cara sholat istikharah

Sholat istikharah adalah sholat sunnah seperti sholat pada umumnya. Tidak ada dalil tentang bacaan khusus di dalam sholat ini. Doa istikharah pun juga tidak dilafalkan ketika sholat, akan tetapi dilafalakan setelah selesai sholat.

namun, ada pendapat yang menganjurkan untuk membaca surat al-kafirun pada rokaat pertama dan surat al-ikhlas pada rokaat kedua

Imam Nawawi mengatakan: “Disunnahkan pada raka’at pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Kafirun dan raka’at ke dua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlash” (al-Majmu’ Syarh al- Muhadzdzab 2/377), hal ini didasari oleh maksud orang yang beristikharah supaya mengikhlaskan niatnya hanya kepada Allah, sehingga yang patut dibaca adalah dua surat tersebut.

Doa Istikharah

cara sholat istikharah

Doa sholat istikharah dilafalkan setelah sholat selesai. sesuai teks hadits tentang dianjurkanya sholat istikharah, disitu disebutkan kata “tsumma” . Yakni, doa tersebut diucapkan setelah salam dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan ke atas, yang diawali dengan pujian bagi Allah dan shalawat untuk Rasulullah. Ini semua termasuk etika berdoa.

Doa sholat istikharah adalah sebagai berikut :

اللَّهُمَّ إِنيِّ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ, وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ, وَأَنْتَ عَلاَّمُ اْلغُيُوْبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِي فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ ليِ وَيَسِّرْهُ ليِ، ثُمَّ بَارِكْ ليِ فِيْهِ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ ليِ فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنيِّ وَاصْرِفْنيِ عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ اْلخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنيِ بِهِ

“Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khoiron lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khoiro haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih”

yang artinya :

Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya.

Jawaban dari Shalat Istikharah

Sudah beredar dikalangan masyarakat, bahwa jawaban dari sholat istikharah adalah lewat mimpi. Anggapan ini sebenarnya tidak seratus persen salah. Bisa dianggap salah ketika menganggap satu-satunya jawaban sholat istikharah adalah lewat mimpi.

Mimpi itu kata nabi terbagi menjadi tiga. Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda :

الرؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله

“Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati setiap kali menyikap mimpi yang mendatangi tidur kita. Karena bisa jadi bukan bersumber dari Allah ‘azza wa jalla.

Sebagian ulama menganjurkan untuk melaksanakan apa yang telah menjadi kehendak hatinya. Dengan berhusnuzhon bahwa Allah yang akan memberikan berbagai kebaikan melalui keputusannya tersebut.

Imam Nawawi berkata,“Jika seseorang melakukan istikharah, maka lanjutkanlah apa yang menjadi keinginan hatinya.”

Perlu diketahui juga bahwa pilihan yang kita istikharahkan adalah pilihan yang baik dan sesuai dengan yang daiajarkan nabi kita. Bukan pilihan yang jelas-jelas dilarang agama.

Misalnya, seseorang beristikharah untuk mendapatkan jawaban pilihan antara dua calon suami. Pilihan pertama, calon suami itu non muslim. Sedangkan pilihan kedua, agamanya Islam. Maka otomatis tidak perlu diistikharahkan lagi, karena sudah jelas mana yang harus dipiih sesuai syariat.

Intinya, ketika pilihan yang kita istikharahkan kepada Allah adalah baik, maka Allah akan mudahkan jalan untuk mewujudkannya, dan Allah akan menjadikan hati agar lapang untuk menerima pilihan tersebut.

Inilah jawaban dari shalat istikharah :

  1. Kemudahan yang didapat dalam proses mewujudkan suatu pilihan.
  2. Kelapangan dada atau ketentraman jiwa, untuk condong pada suatu pilihan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan,

فإذا استخار الله كان ما شرح له صدره وتيسّر له من الأمور هو الذي اختاره الله له.

Bila seorang telah melaksanakan shalat istikharah, pilihan yang menentramkan hati dan kemudahan yang ia dapatkan dalam mewujudkan pilihan tersebut, maka itulah yang menjadi pilihan Allah untuknya. (Majmu’ Fatawa 10/539).

Ridho dengan Pilihan Allah

Tujuan awal dari pelaksanaan sholat istikharah adalah memohon kepada allah agar diberi petunjuk dalam menentukan pilihan. Maka kita harus memasrahkan segalanya kepada Allah. Istikhoroh itu dilakukan ketika kita sudah menimbang-nimbang, musyawarah, akan tetapi belum juga menemui kejelasan tentang jawaban pilihan-pilihan kita.

Jawaban dari Allah kadangkala juga tak sesuai hati, kita sebagai manusia yang penuh keterbatasan harus dengan penuh rela menerima jawaban dari Allah, Karena kadangkala sesuatu yang kita anggap belum tentu baik menurut Allah, begitu pula sebaliknya. Sebagaimana firman allah dalam surat Al-baqarah ayat 216 :

.وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui. (Al-baqarah : 216)

Hikmah Melaksanakan Sholat Istikhoroh

Setiap ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba pasti memiliki hikmah yang besar di belakangnya. Berikut adalah hikmah-hikmah dari pelaksanaan sholat istikharah :

Bukti Tawakkal Seorang Hamba Kepada Allah

Ketika seseorang melakukan sholat istikharah, berarti dia mendahulukan Allah di setiap urusannya. Melaksanakan shalat istikharah adalah sebagai salah satu bentuk ketawakalan kita kepada Allah . Dengan melaksanakan shalat istikharah kita menyerahkan segala urusan kepada Allah, menyerahkan keputusan berdasarkan penilaian terbaik dariNya.

Ketika tawakkal sudah ada didalam diri manusia, maka buah dari tawakkal itu akan hadir secara otomatis, menghiasi kehidupan manusia.

Menghilangkan Kebiasaan-kebiasaaan Lama Orang Jahiliyah dalam Mengundi Nasib

Sebagaimana penjelasan di atas, sebelum Nabi muhammad diutus masyarakat jahililyah menggunakan berbagai metode untuk mengundi nasib mereka. Di masa sekarang metode-metode itu masih ada dengan berbagai modifikasinya.

Konsep ketuhanan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad mengajarakan  kita untuk menyerahkan segala urusan kita kepada Allah. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.

Mengikuti Sunnah Nabi

Segala sesuatu baik ucapan maupun perilaku dari nabi muhammad akan bernilai ibadah ketika kita mengikutinya. Maka melaksanakan sholat istikhoroh juga merupakan bentuk bukti kita sebagai pengikut Nabi Muhammad. sebagai bukti ketaatan kita sebagai Rasulullah.

Tentu saja, berbagai upaya yang kita lakukan untuk membuktikan ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya akan dibalas dengan pahala. Maka melaksanakan sholat istikhoroh pun menjadi sebuah tabungan investasi pahala untuk meraih keridhoanNya dan meraih syurga-Nya.

Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, apabila ada salahnya saya mohon maaf yang sebenar-banarnya..

Sekian, Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *